Dalam permainan Catatan di Indonesia sabung ayam adalah sebuah tradisional termasuk di dalam buku The Interpretation of Cultures Dianggap pekerjaan yang paling sederhana untuk peliharaan Ayam jago untuk di jual dan di pertarukan ke dalam ring, membahas makna sabung ayam di budaya Indonesia.

 

Sabung ayam umumnya ilegal di Indonesia saat melakukan penelitian lapangan di sana pada 1950-an. Sabung ayam pertama tersebut di nyatakan terlalu termasuk permainan perjudian atau kekerasan melihat dan di rusak oleh polisi. Pengalaman bersembunyi dari polisi di halaman pasangan lokal diperbolehkan untuk memecahkan ketegangan antara warga desa, dan melakukan semua wawancara dan observasi yang membuat The Interpretation of Cultures.

 

Tradisi pada sabung ayam ini menjelaskan bagaimana ayam yang diambil untuk berdiri di untuk orang-orang berkuasa di desa-desa, dan mencatat bahwa bahkan rasa double-entendre dari kata ayam ada dalam bahasa Bali sebanyak dalam bahasa Inggris.

 

Yang terakhir setengah dari tradisi sabung ayam menggambarkan ritual taruhan dan menyimpulkan bahwa adu ayam itu adalah komentar Bali pada diri mereka sendiri, karena mewujudkan jaringan hubungan sosial dalam keluarga terdekat dan desa yang mengatur kehidupan tradisional Bali.

 

Judul Adu ayam jago dijelaskan sebagai konsep filsuf Inggris Jeremy Bentham (1748-1832), yang mendefinisikan bermain dalam sebagai permainan dengan taruhan begitu tinggi sehingga tidak ada orang yang rasional akan terlibat di dalamnya. Jumlah uang dan status yang terlibat dalam sabung ayam yang sangat singkat membuat sabung ayam di Indonesia sangat populer termasuk tradisional.

 

Sabung ayam merupakan tradisi yang sangat tua di Hindu Bali, yang Batur Bang Prasasti I (dari tahun 933) dan Batuan Prasasti (tanggal 944 pada kalender Bali Caka) mengungkapkan bahwa ritual tabuh rah telah ada selama berabad-abad. Di Bali, sabung ayam yang dikenal sebagai tajen ini di praktekkan dalam pemurnian ritual agama kuno untuk mengusir roh-roh jahat. Ritual ini, bentuk pengorbanan hewan, disebut hura tabuh ( menuangkan darah). Tujuan dari tabuh rah adalah untuk memberikan persembahan (darah ayam yang kalah) kepada roh-roh jahat. Sabung ayam adalah kewajiban agama di setiap festival kuil Bali atau upacara keagamaan. Sabung ayam tanpa tujuan agama dianggap perjudian di Indonesia, meskipun sebagian besar masih dipraktekkan di banyak daerah di Indonesia. Perempuan umumnya tidak terlibat dalam proses tabuh rah.
Semua bentuk perjudian, termasuk judi dalam adu ayam sekuler, dibuat ilegal pada tahun 1981 oleh pemerintah Indonesia, sedangkan aspek agama dari sabung ayam dalam Hindu Bali tetap dilindungi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s